Kamis, 28 Maret 2013

Pemilihan Kepala Desa Karyasari

Minggu, 24 Maret 2013. Masyarakat Desa Karyasari mengikuti pemilihan kepala Desa, di Karyasari ada 3 calon yang mengikuti yaitu diantaranya. Supriadi, Ade B Odim Winata, Budianto Chaerul Mutaqin.
Sebenarnya bukan hanya di karyasari saja yang melangsungkan pemilihan Kepala Desa, ada sekitar 9 Desa di kecamatan Leuwiliang yang melakukan pemilihan Kepala Desa yang baru salah satunya Karyasari.

                                  Foto Calon Kepala Desa

                                Prose Penghutungan Suara

                                Tempat Pemungutan Suara (TPS)
Kurang lebih 4000 waga mengikuti pemilihan kepala Desa dari sekitar 6000 warga Desa Karyasari.
Dari ketiga calon tersebut sudah dapat diketahui calon yang unggul dan akan menjadi kepala Desa Karyasari yang baru, yaitu dengan nomor urut satu (Supriadi) dengan mendapatkan suara lebih unggul dari calon - calon lainnya..
Semoga dengan Kepala Desa baru Karyasari, Karyasari menjadi Desa yang makin sejahtera dan berkembang.

Sabtu, 16 Maret 2013

Teh Hitam Reumakilah

Teh hitam buatan emak (nenek) dari dulu sampai sekarang, yang dibuat dengan secara tradisional dan proses penyangraiannya masih menggunakan tungku (hawu) dan masih menggunakan wajan untuk mengolah tehnya, selain itu teh yang dipanen yang ada di kebun di sekitaran rumah. Setiap pagi di meja makan, Ibu selalu menyediakan teh buatan emak.
Teh yang memiliki nama latin Camellia Sinensis ini Seperti yang kita tau banyak jenis - jenis nya teh di dunia, diantaranya: Teh Hitam,Hijau,Oolong,Putih,Beraroma,Herbal dll.
Selain rasanya yang sedikit pahit dibandingkan dengan teh yang lainnya teh hitam juaga memiliki kadar kafein 50 - 100 mg, dibanding dengan kopi yang hanya 40 mg. Penelitian menunjukkan, orang yang minum tiga cangkir teh hitam atau lebih per hari mengurangi risiko stroke hingga 21%. 

Rabu, 29 Agustus 2012

Jalan Merupakan Salah Satu Kebutuhan

Dari bulan juli 2012 sampai sekarang agustus 2012 sedang ada perbaikan jalan di  Desa Karyasari tepatnya di kampung Tamansari, Sindangjaya, dan kampung Mulyasari.
Perbaikan jalan dilakukan dengan cara di beton, sampai dengan bulan agustus ini pengerjaan nya baru selesai antara kampung Tamansari dengan kampung Sindang jaya dan di bulan agustus ini warga kampung tamansari dengan kampung Mulyasari sedang ber gotongroyong membetulkan jalan dan selanjutnya dilakukan betonisasi, tetapi sepertinya pembetonisasian mesti tertunda untuk beberapa waktu dikarenakan kendaraan roda 4 yang akan mengangkut material dan alat belum bisa melewati jalan karena jangka waktu untuk dapat di lewati oleh mobil adalah 3 bulan sehingga hanya motor saja yang dapat melintas. itupun dengan inisiatif warga untuk membuka jalan agar dapat melintas karena bertepatan dengan hariraya idul fitri, sebenarnya dari pihak desa blm memberikan ijin, katanya pihak yang memberikan dana belum menyerah terimakan ke Desa, begitulah menurut berita yang saya dengar dari masyarakat.
Tetapi selain itu ada satu akses jalan yang kondisinya sudah sangat rusak, yaitu dari pangkalan ojek Gunung pariuk (masyarakat sekitar menyebutnya) sampai ke kampung sindang jaya. Tapi beberapa waktu lalu saya dengar kabar akan ada perbaiakan jalan juga di thn 2012 ini tetapi tepatnya saya tidak begitu tau.

Selasa, 28 Agustus 2012

Nostalgia sambil lihat kebun di BEBEDAHAN

Libur lebaran kemarin saya di kampung, saya ditemani bapak saya menyempatkan untuk melihat kebun yang dulu saya sering bermain disawah dan di kebun yang lokasinya di BEBEDAHAN masyarakat biasa menyebutnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah dengan melewati pemukiman dan bukit berbatu yang menanjak, pada saat sesampainya disana ternyata sudah banyak yang berubah. Seperti sungai, tempat yang dulu biasanya saya bermain dan mebersihkan badan setelah kotor-kotoran disawah. sekarang sudah tidak sepereti dulu lagi debit airnya sudah mulai berkurang dan terlihat tidak bersih seperti dulu. Setelah saya tanya kapada bapak saya "mengapa sungai Ciletuh ini menjadi begini.?", ternyata dihu sungai ini sudah ada pemukiman dan persawahan sehingga debit air menjadi berkurang dan air nya menjadi kotor.
Tetapi kebun dan sawah yang sekarang ternyata masih terlihat seperti dulu, masih banyak pepohonan dari mulai pohon duku,durian,nangka,pete dan masih banyak lagi yang lainnya dari yang ber buah ataupun tidak, tapi sayang kedatangan saya tidak tepat pada musim berbuah, tetapai ada sebagian tanaman yang baru berbunga seperti menteng dan durian. Dan seperti biasanya setiapkali saya ke kebun ada satu tanaman yang saya tidak suka yaitu daun PULUS yang apabila badan kita terkena daun itu kita akan merasa gatel. Selain itu ada sebuah batu besar yang tingginya kira-kira 10m tempat saya dan teman saya bermain ayunan dengan menggunakan akar tumbuhan yang ada dibatu tersebut.

                                         Kebun,tampak dari atas lokasinya miring                      
                                                   Kebun, tampak dari samping                                

                                                    Kebun, tampak dari bawah

                                            Mencoba berayun di akar tumbuhan

                                             Batu besar, tampak dari samping
                                      Daun pulus, sekilas seperti daun kopi
                                      Air terjun yang tingginya kurang lebih 4m
     Debit air yang mulai berkurang, sehingga suara gemuruh air terjun yang ada di sekitar kebun sudah tidah terdengar begitu jelas.

Kamis, 04 Agustus 2011

Duren Tamansari

Meskipun sudah tidak terlalu banyak pohon-pohon duren di tamansari.Tidak seperti tahun 2000 an ketika aku masih SD dibelakang rumah pun ada. dan bila main kesungai atau ke hutan pasti dapat satu atau dua buah duren.berbeda dengan sekarang sudah banyak pohon-pohon duren yang di tebangang dikarenakan kebutuhan ekonomi dan usia pohon sudah tua. tapi akutidak tau apa pohon-pohon duren yang ditebang itu apa mereka ganti lagi dengan bibit baru.
Tahun ini seperti nya panen raya karena hampir semua pohon duren yang di Tamansari berbuah semua dan bertepatan dengan bulan puasa dan lebaran. biasa nya banyak orang luar kampung/desa mencari duren ke kampung-kampung.
 Meskipun buah lokal tidak kalah rasa nya dengan buah duren jenis lain...

Senin, 27 Juni 2011

Mengadopsi konsep tapos untuk tamansari

Tgl 25 Juni 2011. aku berkunjung ke tapos bersama teman telapak dan dari aqua. di kegiatan ini aku di ajak untuk mengantar orang dari aqua untuk berkunjung ke tapos.
Dari kunjunganku di tapos kemarin aku sangat ter inspirasi dengan konsep yang diterapkan pada kelompok tani lindung harapan. bahwa kelompok tani nya sangat menjaga lingkungan dan kelestarian hutan  nya.terutama pada mata air nya mereka sangat memelihara dan menjaga mata air tersebut supaya tidak kering..

Dari pengalamku ini yang aku dapat dari tapos. aku ingin tanamsari diterapakan konsep nya seperti di tapos. Seperti apa yang di oleh pak jaja bersama kelompok tani lindung harapan. Karena pada dasaranya petani di tamansari kurang perduli terhadap lingkungan. khususnya pada sumber mata air dan bahkan dalam pertania. Mereka mau menanam bila harga jual mahal. Karena itulah aku ingin tamansari ingin konsep nya seperti kelompok tani lindung harapan.

Rabu, 18 Mei 2011

Menggali potensi di Kampung Tamansari/Ci Monyet

Pada tgl 13/05/11 Ibu Rina,Rita,dan Nitra salah satu teman dari ibu Rina. berkunjung ke kampung tamansari beliau ingin memajukan kampung Tamansari dengan potensi-potensi yang ada di sana terutama potensi hasil kebun. diantara nya pisang,durian dan ganyong. meskipun tanaman ganyong sudah aga langka.mungkin dengan adanya program ini masyarakat tamansari dapat membudidayakan tanama ganyong yang sudah langkatersebut kemungkinan ga ada harga jual nya menurut sesepu disana ganyong dulu nya makanan sehari hari untuk keluarga nya saja.sebenar nya keinginan/tujuan nya itu bukan karena program nya tersebut melainkan karena kesadaran dan keinginan masyarakat Kampung Tamansari untuk menjadi lebih baik.tetapi bukan hanya dari hasil kebun saja tapi ada juga potensi yang akan di kembangkan melainkan makanan ringan seperti keripik.Seperti keripik pisang,singkong,dan keripik talas kebetulan ibu-ibu yang di kampung tamansari sudah membuat dari dulu tapi dalam sekala kecil.yang nanting auntuk di dagangkan di warung-warung atau hanya utuk konsumsi keluarga nya.
Baik engga nya kampung tamansari tergantung masyarakt nya termasuk saya sendiri dan teman-teman dari telapak