Libur lebaran kemarin saya di kampung, saya ditemani bapak saya menyempatkan untuk melihat kebun yang dulu saya sering bermain disawah dan di kebun yang lokasinya di BEBEDAHAN masyarakat biasa menyebutnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah dengan melewati pemukiman dan bukit berbatu yang menanjak, pada saat sesampainya disana ternyata sudah banyak yang berubah. Seperti sungai, tempat yang dulu biasanya saya bermain dan mebersihkan badan setelah kotor-kotoran disawah. sekarang sudah tidak sepereti dulu lagi debit airnya sudah mulai berkurang dan terlihat tidak bersih seperti dulu. Setelah saya tanya kapada bapak saya "mengapa sungai Ciletuh ini menjadi begini.?", ternyata dihu sungai ini sudah ada pemukiman dan persawahan sehingga debit air menjadi berkurang dan air nya menjadi kotor.
Tetapi kebun dan sawah yang sekarang ternyata masih terlihat seperti dulu, masih banyak pepohonan dari mulai pohon duku,durian,nangka,pete dan masih banyak lagi yang lainnya dari yang ber buah ataupun tidak, tapi sayang kedatangan saya tidak tepat pada musim berbuah, tetapai ada sebagian tanaman yang baru berbunga seperti menteng dan durian. Dan seperti biasanya setiapkali saya ke kebun ada satu tanaman yang saya tidak suka yaitu daun PULUS yang apabila badan kita terkena daun itu kita akan merasa gatel. Selain itu ada sebuah batu besar yang tingginya kira-kira 10m tempat saya dan teman saya bermain ayunan dengan menggunakan akar tumbuhan yang ada dibatu tersebut.
Kebun,tampak dari atas lokasinya miring
Kebun, tampak dari samping
Kebun, tampak dari bawah
Mencoba berayun di akar tumbuhan
Batu besar, tampak dari samping
Daun pulus, sekilas seperti daun kopi
Air terjun yang tingginya kurang lebih 4m
Debit air yang mulai berkurang, sehingga suara gemuruh air terjun yang ada di sekitar kebun sudah tidah terdengar begitu jelas.